Download Film Avengers: Infinity War

Marvel kembali meluncurkan film Avengers. Film ini telah tayang perdana di Indonesia pada 25 April 2018 lalu. Dalam sinopsisnya, Iron Man, Captain America, Black Widow, Hulk, dan Thor yang berjuang dalam melawan Thanos. Nah seperti apa keseruan film petualangan para superhero ini?

Avengers: Infinity War

Sinopsis Avengers: Infinity War

Iron Man, Thor, the Hulk and the rest of the Avengers unite to battle their most powerful enemy yet -- the evil Thanos. On a mission to collect all six Infinity Stones, Thanos plans to use the artifacts to inflict his twisted will on reality. The fate of the planet and existence itself has never been more uncertain as everything the Avengers have fought for has led up to this moment.

Pemain Avengers: Infinity War

  • Robert Downey sebagai Tony Stark / Iron Man
  • Chris Hemsworth sebagai Thor
  • Mark Ruffalo sebagai Bruce Banner / Hulk
  • Chris Evans sebagai Steve Rogers / Captain America
  • Scarlett Johansson sebagai Natasha Romanoff / Black Widow
  • Benedict Cumberbatch sebagai Stephen Strange / Dr Strange
  • Don Cheadle sebagai James "Rhodey" Rhodes / War Machine
  • Tom Holland sebagai Peter Parker / Spider-Man  
  • Chadwick Boseman sebagai T'Challa / Black Panther
  • Paul Bettany sebagai Vision
  • Elizabeth Olsen sebagai Wanda Maximoff / Scarlet Witch
  • Josh Brolin sebagai Thanos

Trailer Avengers: Infinity War




Link Download Avengers: Infinity War

Buat kalian yang udah penasaran seperti apa keseruan filmnya, dibawah ini gue kasih link downloadnya. Buruan download sebelum di banned dan di hapus.

Link Download Film Avengers: Infinity War




4 Hal yang Hanya Ada di Indonesia, Bukti Kalau Orang Indonesia itu Unik

Orang Indonesia Bersatu

Kata orang, termasuk orang asing, orang Indonesia itu ramah-ramah. Tak hanya ramah, ternyata orang Indonesia itu unik lho. Ya, unik dalam arti memiliki kebiasaan yang berbeda dengan yang lain. Bisa jadi keunikan ini nggak bakalan kita temui di negara lain. Dan keunikan ini juga yang bikin kangen dan makin cinta Indonesia. Nah, apa aja sih keunikan itu, oke langsung aja nih bukti keunikan orang Indonesia.

1. Makan Mie Pakai Nasi 

keunikan atau berbahaya
Mungkin bagi sebagian orang, ini adalah sebuah kewajaran. Kan biar kenyang gitu. Iya sih emang kenyang. Tapi tahu nggak kalau mie yang terbuat tepung itu juga mengandung karbohidrat, katanya sih melebihi karbohidrat nasi. Sementara nasi juga mengandung karbohidrat. Udah deh, karbo ketemu karbo, terus mereka nikah dan punya anak. He..he..he.. Ya inilah keunikan orang Indonesia yang pertama. Keunikan yang hampir menjadi kewajaran.

2. Gue Belum Makan

junkfood
Ini juga keunikan yang hampir menjadi kewajaran. Kalian pasti punya temen atau malah kalian sendiri yang kayak gini. Padahal ketika itu udah makan bakso, burger, pasta, spagetti, kentang goreng, dan lain sebagainya, atau malah udah makan lontong, kalau belum makan nasi, itu artinya belum makan. Pokoknya kalau belum makan nasi itu belum makan.

3. Apapun Alasannya, Teh Hangat is Everything

 obat herbal alami berbagai penyakit
Ini juga menjadi ciri khas keunikan orang Indonesia. Mau kita masuk angin, nggak enak badan, kecapekan, habis kehujanan, meriang, panas tinggi, bahkan abis kesurupan pun, pasti selalu ada teh hangat sebagai jamuan minum pertama kali. Entah apa sebabnya, teh hangat selalu hadir dalam setiap suka maupun duka. Kalau dipikir-pikir teh hangat lebih setia dari pasangan kamu lho! he..he..he..

4. Apapun Namanya, Sebutannya Tetap "Bensin"



bensin 
Nah ini yang mungkin sudah mendarah daging. Pasti ada aja orang yang ngeluh "Aduh, bensin gue abis" eh tahu-tahunya dia pakai pertamax. "Bentar ya, gue mau isi bensin dulu." eh masuknya ke antrian pertalite. Pokoknya apapun namanya sebutannya tetap aja BENSIN. dan ini juga berlaku buat ODOL. Apapun namanya, sebutannya tetap saja.... bensin dan odol.

Nah mungkin itu dulu ya, hal-hal yang hanya ada di Indonesia. Mungkin jika ada tambahan bisa banget komen, nanti ditambahin, he..he..he..
Hayo kalian yang mana?

70 Negara ini Beri Gratis ke Luar Negeri Untuk Traveller Indonesia

Traveller Backpacker Hiking
Travelling, sumber : pixabay

Traveling atau berwisata adalah suatu hal yang pasti diinginkan oleh mayoritas orang, bahkan hampir semua orang. Melepas penat dengan berlibur ke suatu tempat atau hanya berkeliling melupakan sejenak rutinitas. Apalagi jika liburan ke luar negeri. Menikmati keindahan negara orang beserta budanya yang mungkin belum pernah dijumpai di Indonesia. Namun, keterbatasan budget atau dana tentu menyulitkan bagi para traveller khususnya para backpacker. Bahkan untuk visa saja terkadang membutuhkan banyak biaya dan tentu saja waktu yang lama untuk memperoleh ijin sementara masuk negara tersebut. Belum ditambah dengan tiket pesawat dan biaya akomodasi lainnya.

Tapi beruntungnya, beberapa waktu lalu, Passport Index telah merilis data mengenai kekuatan paspor Indonesia. Yaps, berdasarkan data tersebut paspor burung Garuda menduduki peringkat 62 dunia. Paspor hijau ini bisa dipakai untuk ke 70 negara bebas visa, termasuk visa on arrival yaitu visa yang diurus dengan mudah dan cepat di bandara kedatangan, dan visa elektronik yaitu visa yang dapat diperoleh secara online maupun bebas visa jika menggunakan paspor elektronik.

Versi data lain menurut Henley Passport Index, paspor Indonesia menduduki peringkat 72 dunia dengan akses visa ke 63 negara. Meski demikian, sebenarnya sama saja. Perbedaan tersebut hanya perbedaan penafsiran terkait visa elektronik.

Berikut negara yang memberlakukan gratis ke luar negeri bagi WNI alias memberlakukan bebas visa, baik bebas visa keseluruhan, visa on arrival, maupun visa elektronik.

Peta dunia bebas visa
Negara Penyedia Bebas Visa Bagi Pemegang Paspor Indonesia (sumber: dokumen pribadi)

Dilansir dari Travel Detik, adapun daftar lengkap ke-70  negara tersebut, antara lain
  1. Armenia - eVisa atau Visa on arrival 120 hari
  2. Azerbaijan - Visa on arrival atau eVisa 30 hari
  3. Belarus - Bebas visa 5 hari, mendarat harus di Bandara Internasional Minsk
  4. Bolivia - eVisa
  5. Brunei - Bebas visa 14 hari
  6. Kamboja - Bebas visa 30 hari
  7. Cape Verde - Visa on arrival
  8. Chile - Bebas visa 90 hari
  9. Kolombia - Bebas visa 90 hari, bisa diperpanjang jadi 180 hari
  10. Comoros - Visa on arrival 45 hari
  11. Pantai Gading - eVisa, harus mendarat di Bandara Port Bouet
  12. Djibouti - Visa on arrival
  13. Dominica - Bebas visa 21 hari
  14. Ekuador - Bebas visa 90 hari
  15. Fiji - Bebas visa 120 hari
  16. Gabon - eVisa atau Visa on arrival, harus mendarat di Bandara Internasional Libreville
  17. Gambia - Bebas visa 90 hari ditambah izin dari Imigrasi Gambia
  18. Guinea-Bissau - eVisa atau Visa on arrival 90 hari
  19. Guyana - Bebas visa 30 hari
  20. Haiti - Bebas visa 90 hari
  21. Hong Kong - Bebas visa 30 hari
  22. India - eVisa 60 hari di 24 bandara dan 3 pelabuhan
  23. Iran - Visa on arrival 30 hari
  24. Yordania - Visa on arrival 90 hari
  25. Kenya - eVisa atau Visa on arrival 3 bulan
  26. Kyrgystan - eVisa atau visa on arrival 1 bulan mendarat di Bandara Internasional Manas
  27. Laos - Bebas visa 30 hari
  28. Macau - Bebas visa 30 hari
  29. Madagaskar - Visa on arrival gratis 30 hari
  30. Malawi - Visa on arriival 30 hari bisa diperpanjang jadi 90 hari
  31. Malaysia - Bebas visa 30 hari
  32. Maldives - Visa on arrival gratis 30 hari
  33. Mali - Bebas visa 30 hari
  34. Marshall Island - Visa on arrival 90 hari
  35. Mauritania - Visa on arrival di Bandara Internasional Nouakchott-Oumtounsy
  36. Mauritius - Visa on arrival 60 hari
  37. Micronesia - Bebas visa 30 hari
  38. Maroko - Bebas visa 90 hari
  39. Mozambique - Visa on arrival 30 hari
  40. Myanmar - Bebas visa 14 hari
  41. Nepal - Visa on arrival 90 hari
  42. Nikaragua - Visa on arrival 90 hari
  43. Oman - eVisa atau Visa on arrival 30 hari
  44. Palau - Visa on arrival 30 hari
  45. Palestina - Bebas visa tanpa keterangan waktu
  46. Papua Nugini - Visa on arrival gratis 60 hari, perpanjangan harus bayar
  47. Peru - Bebas visa 183 hari
  48. Filipina - Bebas visa 30 hari
  49. Qatar - Bebas visa 30 hari, masuk dari Bandara Internasional Hamad
  50. Rwanda - Bebas visa 90 hari
  51. Samoa - Entry permit 60 hari
  52. Serbia - Bebas visa 30 hari dalam 1 tahun berjalan
  53. Seychelles - Visitor's Permit gratis 3 bulan
  54. Singapura - Bebas visa 30 hari
  55. Somalia - Visa on arrival 30 hari di Bandara Bosaso, Galcaio dan Mogadishu
  56. Srilanka - eVisa atau Visa on arrival 30 hari
  57. St Vincent and the Grenadines - Bebas visa 30 hari
  58. Suriname - Tourist Card 90 hari
  59. Tajikistan - Visa on arrival 45 hari
  60. Tanzania - Visa on arrival
  61. Thailand - Bebas visa 30 hari, jika jalan darat maksimal 2 kali kunjungan setahun
  62. Timor Leste - Visa on arrival 30 hari
  63. Togo - Visa on arrival 7 hari
  64. Turki - eVisa atau Visa on arrival 30 hari
  65. Tuvalu - Visa on arrival 30 hari
  66. Uganda - eVisa atau Visa on arrival
  67. Ukraina - Visa on arrival 15 hari
  68. Uzbekistan - Bebas visa 30 hari
  69. Vietnam - Bebas visa 30 hari
  70. Zimbabwe - eVisa atau Visa on arrival 90 hari
Meskipun 70 negara mungkin sudah terlihat cukup banyak, namun peringkat Indonesia masih tertinggal jauh dari negara Singapura yang menduduki peringkat 1 dengan akses 176 negara (versi Henley Passport Index) dan 164 negara (versi Passport Index). Sementara untuk level Asia Tenggara atau ASEAN, Indonesia 'hanya' mampu menempati peringkat 6.

Peringkat Paspor ASEAN (sumber: instagram.com/seasiaIG)

Kabarnya, menurut laman goodnewsfromindonesia.id, Indonesia kini tengah menjalin kerjasama dan menanti kepastian dari beberapa negara untuk mendapatkan bebas visa maupun kemudahan dalam pengurusan visa. Adapun negara yang masih dinanti antara lain,
  1. Korea Selatan
  2. RR Tiongkok
  3. Russia
  4. India
  5. Mongolia
  6. Negara area Schengen (25 Negara Visa Schengen adalah Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss)
  7. Kerajaan Inggris
  8. Panama
  9. Meksiko
Nah, mari kita doakan saja semoga negara tersebut dapat menambah kekuatas paspor Indonesia. Jadi, setelah tahu ada 70 negara yang memberikan "Liburan Gratis", mau liburan ke mana?

Sumber : diolah dari berbagai sumber.

#1Hari1Ayat: Q.S. Al-Baqarah ayat 216 (Allah Maha Mengetahui yang Terbaik)

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Fighting has been enjoined upon you while it is hateful to you. But perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not.
 ***

Allah memberi kebutuhan bukan keinginan
Sumber: pinterest.co.uk

Ayat itu yang selalu terngiang dalam hidup gue ketika gue lagi terpuruk. Ya, ayat itu pula yang selalu jadi penyemangat gue saat gue merasa gagal. Seakan-akan pas gue lagi baca ayatnya maupun artinya, jadi motivasi sendiri buat gue bangkit lagi. Terutama yang gue kasih bold.

Kalian pernah nggak sih, udah belajar yang rajin, eh hasilnya nggak memuaskan atau malah bisa dibilang gagal? Atau mungkin kalian pengen banget kuliah atau kerja di suatu tempat, udah belajar buat tesnya, udah berjuang dan berdoa semaksimal mungkin, hasilnya nama kalian nggak ada di pengumuman alias kalian nggak lolos?

Gue pernah di posisi kayak gitu. Dulu gue pengen banget masuk X, dua kali percobaan gue selalu gagal. Ketika percobaan pertama, gue emang terlalu santai karena emang gue udah optimis banget buat lolos. Satu bulan udah gue jalanin dengan latihan soal. Alhamdulillah gue lolos tes tahap satu. Tes tahap dua, karena gue terlalu sibuk sama kegiatan lain dan juga terlalu santai, gue gagal. Oke, gue terima karena emang gue tahu kelemahan gue.

Satu tahun berlalu, sejak saat itu, gue belajar yang giat lagi. Gue terus latihan soal buat naklukin tahap satu, sekaligus latihan buat naklukin tahap dua. Satu tahun gue mulai berlatih. Nggak ada yang namanya weekend bagi gue kala itu. Gue bener-bener memforsir diri gue buat lolos. Secara percobaan kedua ini percobaan terakhir. Alhamdulillah gue lolos tahap satu. Sejak lolos tahap satu itu gue terus-terusan buat latihan tes tahap 2. Ya pokoknya gue harus lolos. Tapi memang Allah punya rencana lain. Lagi-lagi gue gagal. Padahal gue rasa gue udah lebih baik dari setahun yang lalu. Tapi ya mau gimana lagi.

Gue bener-bener down. Seketika jadi gelap. Gue nggak pernah ngerasain down-sedown ini. Asli gue udah nggak kuat lagi ketika itu. Akhirnya gue mutusin buat ambil wudhu dan sholat, karena disaat-saat seperti ini gangguan dari alam lain sering datang. Setelah sholat, entah kenapa pas gue buka Al-Quran kok pas ayai ini yang muncul. Seketika saat itu gue sadar kalau emang itu yang terbaik bagi gue. Udah seperti itu jalannya. Gue mencoba melupakan harapan gue buat masuk X. Iyalah kesempatan gue udah abis. Tapi sekarang gue inget lagi gara-gara nulis ini :"). Sekarang gue jadi lebih mudah bertemu sama orang tua. Lebih mudah buat survive. Ya selalu ada jalan aja gitu.

Kalian pernah nggak kayak itu nggak?

Aku udah belajar, tapi kok ujianku hasilnya masih jelek ya?!
Disyukurin aja, kali aja kalau hasilnya lebih bagus, itu bisa bikin jadi sombong. Bisa bikin jadi jumawa. Atau malah bikin nyepelein ujian berikutnya yang bisa-bisa ngebuat hasilnya lebih buruk dari ini.

Haduh, kenapa pas mandi airnya mampet, jadi telat kan!
Disyukurin aja, kali aja kalau nggak telat malah bakal terjadi kenapa-kenapa di jalan. Bisa jadi di jalan ada kecelakaan atau apa. Naudzubillah.

Ini motor kenapa lagi deh?! Padahal udah di-service malah nggak jalan!
Bersyukur aja gaes. Ya daripada motornya mati di tengah jalan, eh malah repot kan. Malah bisa-bisa nyelakain diri sendiri dan orang pengguna jalan lainnya.

Hiks sakit!!! Gue ditinggalin pas lagi-lagi sayang-sayangnya :'(
Asli kalau ini emang berat. Tapi, lagi-lagi disyukurin aja. Ya kali aja kalau nggak ditinggalin bisa-bisa terjerumus ke hal yang nggak diinginkan yang bakal ngehancurin masa depan.

Ya, apapun dan bagaimana pun endingnya tetap SELALU BERSYUKUR aja. Ingat, Allah itu selalu ngasih yang terbaik. Dia nggak ngasih yang lo pengen tapi ngasih yang lo butuhin. Allah nggak bakal ngasih yang buruk buat kita. Selalu ada hikmah dalam setiap apa yang terjadi. Kalau kata Sujiwo Tejo a.k.a Presiden Jancukers, "Tuhan itu Maha Asyik. Tuhan juga Maha Romantis"

Sudahkah kita bersyukur hari ini?
Alhamdulillah.

Cerpen Humor Cinta: Saat Cinta, Tai Kucing Rasa Coklat

Romance Story and Love
Cinta Memang Tak Ada Logika (sumber: pxhere)
Kata orang cinta itu perasaan yang membuat insan nyaman. Saat cinta itu datang, apapun pasti dilakukan. Ya, seperti itulah. Kalau kata Gombloh, Cinta itu Tai Kucing Rasa Coklat. Kalau Agnez Mo bilang, Cinta itu Tak Ada Logika. Ada juga yang bilang kalau cinta itu buta. Ya, seperti itulah cinta. Membuat segalanya pantas untuk dilakukan, tanpa tahu apa yang sebenarnya dilakukan. Ha ha ha, cinta....
***
“Tapi Ve, gue masih sayang sama lu. Gue cinta sama lu, Ve!” pekik gue, memegangi lengan Vella.
“Sayang?! Lu bilang lu sayang?!” Vella membalikkan badan. “Kalau lu sayang harusnya lu nggak kayak gini! Lepasin tangan gue!”
“Tapi Ve…”
“Lepasin!” Ve pun balik badan, menghempaskan tamparan keras tepat mengenai pipi kiri gue, lekas pergi meninggalkan gue tanpa ucapan selamat tinggal, lambaian tangan apalagi.
Sejak tragedi malam tadi itu gue benci sama yang namanya cinta. Gue benci sama yang namanya sayang. Ah, apaan itu sayang, cinta?! Bullshit. Ve selalu bilang sama gue kalau dia nggak bakal putusin gue karena dia sayang sama gue. Tapi, apa, hah?! Gue nggak salah apa-apa tiba-tiba diputusin. Ah, persetan dengan cinta!!
Hari ini adalah hari pertama gue benci sama yang namanya cinta. Harusnya, hari ini berjalan normal, seperti biasa. Ternyata tidak. Gue hampir saja mukul orang lain karena emosi. Bukan karena Ve. Kalau masalah putus cinta saja gue udah nggak kaget. Tapi gue emosi karena ada sepasang sosok manusia aneh, bilang saling cinta, tapi… ah….
Pagi itu gue bersiap berangkat kuliah seperti biasa. Seperti biasa pula gue cari sarapan di luar kosan. Lagi-lagi seperti biasa pula gue pilih tukang bubur ayam. Hidup gue memang biasa. Monoton.
“Bang, biasa! Kerupuknya tambahin dikit!” pesan gue pada penjual bubur ayam langganan gue. Meski gue sudah langganan sama dia, gue selalu manggil ‘bang’. Gue nggak pernah manggil dia ‘sayang’. Serius!
Tiba-tiba datang sosok yang membuat gue merinding. Lantas gue hentiin makan gue. Terbengong seketika melihat cowok yang menggandeng tangan cewek itu. Sepertinya mereka anak SMA yang akan berangkat sekolah. Terlihat dari putih abu-abu yang mereka kenakan.
“Sayang, kita sarapan di sini aja, ya?” ujar cowok itu.
Dengan manja nan genit, cewek itu menjawab, “Terserah ayang aja deh, yang penting bisa sama ayang terus.”
Suer, hampir muntah dengar kalimat itu. Kalau dihadapan gue hanya ada mangkuk kosong, mungkin udah gue muntahin di sana. Tapi ini bubur gue. Masa gue mau makan muntahan gue sendiri?!
“Eh, sayang, tapi kita pesannya satu aja ya, nanti kita suapan biar romantis gitu,” sambung cowok itu. Cewek itu mengangguk cepat.
Seketika gue merasa mual banget dengar kalimat itu. Gue percepat makan gue. Lantas meninggalkan abang tukang bubur itu.
Hello, woy bocah, percuma kalian pacaran kalau kalian masih belum bisa bedain mana yang pelit dan mana yang romantis. Beli bubur harga tujuh ribu aja masih semangkuk berdua. Masa kalah sama gue yang anak kosan. Hiks.
Gue prihatin. Seumur-umur, selama pacaran, kayaknya gue nggak pernah gitu.
Rasa mual gue mereda setelah jauh dari pasangan anak alay labil itu. Syukurlah mereka nggak ngikutin atau curigain gue. Sepertinya juga tadi gue nggak dianggep ada.
Perjalanan gue ke kampus ternyata penuh dengan liku-liku perjalanan yang terjal. Kini, disaat gue akan menyeberang, gue melihat sepasang sosok bocah yang lagi-lagi bikin gue mual sekaligus emosi.
“Sayang, ini ‘kan mobilnya dari kanan, bagaimana kalau aku aja yang di kanan?” cowok itu menawarkan cewek disebalahnya bertukar posisi.
“Lho? Kok gitu, sayang?” tanya polos cewek berambut lurus itu.
“Biar kalau ada mobil, aku aja yang ketabrak. Aku nggak mau kamu kenapa-kanapa sayang!”
Woy lap ingus, percuma kalian pacaran kalau nggak tahu rumus fisika dasar. Emang tubuh lu terbuat dari baja tebal semeter apa?! Dimana-mana kalau lu ketabrak, cewek lu juga bakal nyungsep di kap mobil atau nyantol di stang motor.
Gue prihatin. Seumur-umur, selama pacaran, kayaknya gue nggak pernah gitu.
Lagi-lagi gue merasa mual oleh kalimat itu. Ingin gue tonjok muka cowok itu. Untungnya gue masih bisa tahan emosi. Beruntung lu, bocah!
Akhirnya setelah gue lewati halang rintang yang cukup berat hingga membuat gue mual parah, gue sampai di kampus. Untungnya selama di kampus tak ada hal aneh seperti yang gue temuin di jalan tadi. Syukurlah!
Mata kuliah pertama selesai. Sukses terlewati dengan sebungkus kuaci. Maklum sajalah, mahasiswa kayak gue mana tahan sama mata kuliah Kewarganegaraan, apalagi kelas pagi. Bukannya pelajaran itu masuk ke pikiran gue, yang ada malah jadi ngantuk berat.
Untungnya mata kuliah yang kedua dibatalkan karena dosen yang pergi ke antah berantah. Syukurlah gue bisa pulang lebih awal. Namun, gue tak lekas pulang. Gue sempatin ke sebuah resto deket kampus gue untuk makan siang. Gue harap nggak ada lagi sosok yang menyebut pelit dengan romantis.
Benar memang tak ada pelanggan yang memesan satu mangkuk untuk berdua. Sayangnya, kemuakan gue semakin menjadi di sini. Setelah gue memesan satu mangkuk soto, gue milih tempat duduk yang kosong di kantin nomor lima itu. Masalahnya hanya tersisa satu meja kosong.
Gue mulai melahap habis soto yang masih setengah panas itu. Ditemani es jeruk dengan warna kuning menantang di hadapan gue. Gue nggak sadar jika di meja sebelah gue ada sosok pasangan yang menurut gue aneh. Dan gue prediksi lagi-lagi ini bocah SMA. Mereka nggak sekolah?!
“Mah, mau nambah? Kalau mau aku pesanin lagi ya?!” cowok berkaca-mata itu berdiri dari bangkunya, menunjuk tempat Bu Mira, penjual makanan di kantin ini.
“Nggak, pah! Mamah udah kenyang kok,” ujar cewek itu sembari memegang perutnya.
Gila! Belum habis isi mangkuk gue, tiba-tiba gue merasa mual. Dan parahnya rasa mual ini lebih dari dua rasa mual yang sebelumnya gue rasain. Parah!
Lekas gue berdiri dan lari, meninggalkan mangkuk soto gue yang masih tersisa seperempat dan es jeruk gue yang tinggal seperlima gelas. Lantas membayar kepada Bu Mira.
“Mas, itu kok nggak dihabisin sekalian? Buru-buru ya?” tanya Bu Mira sambil memberikan kembalianku.
Eee…, iya, Bu!” jawab gue singkat. Lekas gue berlari keluar kantin.
Woy kulit kuaci, sejak kapan kalian sudah nikah? Sudah punya anak berapa? Kalian pikir ‘mamah-papah’an kayak begitu enak didengar? Terus kalau kalian putus, kalian harus ngurus surat ke pengadilan dulu gitu? Terus anaknya ikut siapa? Harta gono-gininya gimana? Terus kalau masih pacaran manggilnya ‘mamah-papah’an, kalau udah putus manggil ‘duda-janda’an? Janda, mau nambah nggak? Nggak duda, aku masih kenyang.
Gue prihatin. Seumur-umur, selama pacaran, kayaknya gue nggak pernah gitu.
Gue pun menjauh dari tempat menyeramkan itu, bergegegas pulang menuju kosan. Berhubung gue trauma lewat jalan ketika gue berangkat tadi, gue memutar ke jalan yang lain. Lebih panjang memang. Waktu termpuh hingga tiba di kosan gue pun lebih lama. Tak apa untuk menghindari rasa mual gue seperti pagi tadi.
Karena cuaca sang mentari kian terik, gue berhenti di salah satu taman pinggir jalan. Kebetulan di sana teduh. Apalagi ada pedagang es degan. Aduh, segar menggelegar di tenggorokan yang tengah gemetar kekeringan.
Lekas gue pesen satu gelas dan duduk di bangku taman.
“Sayang lihat deh bunga itu! Indah ya?!” Gue terdiam, menengok sebelah gue yang lagi-lagi muncul sosok ABG labil berseragam sekolah menengah atas sedang bermesraan. Cewek itu malah menyandarkan kepalanya di pundah cowoknya. Ini kenapa anak sekolah pada kelayapan?!
“Iya, sayang, indah benget!” jawab cewek itu. “Kalau aku jadi bunga itu, kamu jadi apa, say?”
“Aku jadi kumbangnya.”
Setelah dengar kalimat itu, reflek gue terbatuk-batuk.
“Kenapa, mas?” tanya cowok di sebelah gue. Tak khayal, kini semua mata tertuju pada gue seorang.
“Nggak apa-apa mas. Cuma tersedak kelapanya,” jawab gue malu. Padahal gue tersedak karena dengar kalimat itu.
“Maaf, mas, kelapanya kegedean ya?” sambung pedagang itu.
“Nggak, Bu. Cuma saya yang terburu-buru.” Gue pun senyum garing dihadapan sepasang sosok ABG yang duduk di samping gue dan ibu penjual degan.
Akhirnya gue putusin untuk cepat menghabiskan es degan di tangan gue, membayar, dan cepat-cepat pulang ke kosan.
Woy pipisnya kumbang, percuma kalian pacaran kalau nggak tahu hukum biologi dasar. Dimana-mana kumbang yang kawin sama kumbang, bunga sama bunga. Nggak ada kumbang sama bunga. Gue nggak pernah kebayang anaknya apa antara perkawinan bunga dan kumbang. Apa tubuhnya kumbang tapi kepalanya bunga gitu?
Gue prihatin. Seumur-umur, selama pacaran, kayaknya gue nggak pernah gitu.
Untunglah saat perjalanan dari taman menuju kosan. Lekas gue masuk kamar dan berbaring di tempat tidur gue.
Mengapa ABG zaman sekarang aneh ya? Ada yang sok romantis pakai satu mangkuk berdua. Padahal dia pelit. Ada yang gagap fisika dasar. Ada yang ‘duda-janda’an. Ada yang lagi bereksperimen kawinin kumbang sama bunga. Ah, gue bingung.
Emang bener kata Bang Gombloh. “Dikala cinta, tahi kucing rasa coklat.” Juga mbak Agnez, “Cinta tak ada logika.”
Akhirnya gue mutusin untuk bersikap tak acuh dengan peristiwa itu. Gue lupain semua tentang hari ini –termasuk tentang mata kuliah kuaci gue. Semua gue lupain. Gue nggak mau gila gara-gara mikir benda nggak jelas yang disebut cinta itu.
Sore hari, gue coba buka akun media sosial gue. Bosen dengan instagram, gue coba buka facebook yang sebenernya udah lama gue tinggalin. Siapa tahu gue bisa lupa total dengan hal yang memuakan sekaligus buat gue mual dan mulas. Akan tetapi bukannya lupa malah semakin menjadi.
Ketika gue buka facebook, yang pertama muncul adalah status dari ‘Chietrha chii Chwekx Chiimoetsz’. Anj…, apaan tuh bacanya?! Gue nggak inget sejak kapan gue berteman sama makhluk astral kayak gitu.
Lihat juga statusnya (yang ini gue masih bisa baca); “ghue cuayank elhoe, Kebooo”.
Lihat juga di kolom komentarnya. Sepertinya si Kebo komen tuh. “Akuu jg Keliiinciii”.
Itu maksudnya apa coba? Sayang sama kebo? Terus ada kelinci juga. Maksudnya apa coba?!
Terus komentar selanjutnya; si kelinci komen lagi, “Akoe cuayank kamoo, akoe gak bissaa hiduupp tanpha moeeuu”.
Woy eek kebo, kalian mau melihara hewan?! Manggil aja kebo-kelinci. Lu pikir ini kebun binatang?! Terus si kebo mau lu suruh bajak sawah? Si kelinci jadi bahan tukang sulap? Jangan salahin gue ya, kalau si kebo gue jadiin hewan kurban! Terus yang kedua apa? Nggak bisa hidup tanpa dia? Sejak kapan hidup kelinci bergantung pada kebo? Terus kalau kisah percintaan yang alay ini berakhir? Kalian bakal mati? Mati aja sana!
Gue prihatin. Seumur-umur, selama pacaran, kayaknya gue nggak pernah gitu.
Malam hari, di kosan. Saatnya gue ngerjain tugas mata kuliah gue. Walau gue sering ngantuk di kampus, tapi gue masih ingat tugas dan kewajiban gue. Meski ngantuk juga ngerjain tugas kayak gini.
“Val, mantan lu tuh!” Raka memecahkan keheningan dan keseriusan gue dalam mengerjakan tugas ini –padahal gue ngerjain tugas sambil dengerin lagu The Chainsmokers kesukaan gue.
“Hah?!” Gue terkejut, setengah tidak dengar. Gue lepas earphone gue.
“Gue ketemu sama mantan lu tadi. Dia nungguin lu di depan gang. Katanya dia udah beberapa kali chat WA lu tapi nggak lu bales. Dia takut kemari. Katanya nggak enak sama kita-kita.”
Gue segera cek delapan WA di handphone yang gue silent dari tadi. Lekas gue keluar kosan, menuju depan gang.
Benar saja, ternyata Ve sudah menunggu di atas motor matic-nya.
“Ngapain?” tanya gue dingin padanya. Gue pasang muka keren. Asli, kalau masang muka kayak gini kegantengan gue nambah 0,021%.
Seketika dia turun dari motornya dan meluk gue. Sambil nangis dia berkata, “Valdy, maafin gue. Gue selama ini salah nilai lu, Val! Ternyata lu adalah cowok yang gue sayangi. Ternyata gue nggak bisa hidup tanpa lu, Val! Maafin gue, Val!”
Gue masih pasang muka keren.
“Val!” lanjutnya, “Lu mau kan nerima gue lagi? Lu mau kan maafin gue? Gue pengin kayak dulu lagi, Val! Gue pengin manggil lu dengan ‘papah’ lagi, Val! Gue kangen dipanggil ‘mamah’. Gue juga pengin makan romantis semangkuk berdua. Gue kangen gombalan lu lagi, Val. Gue rindu gombalan bunga-kumbang lu, Val!
“Gue kangen perlindungan lu setiap kita menyebrang jalan bareng. Lu selalu pindah ke sisi dekat mobil, biar gue nggak kenapa-kenapa. Apa kamu nggak ingat, Val, saat kita asyik balas komentar di facebook dengan panggilan sayang kebo dan kelinci? Gue rindu itu semua, Val. Rindu dengan apa yang kita lakuin dulu.”
Hah?!
***